Analisis BI Infontainment
Yap, first blog dengan headline besar bertuliskan ‘Analisis BI Infotainment’, yang dengan sengaja lupa ditambahkan ‘total sucks’. Mengapa sucks? Karena membuatnya H-12 jam, sekali tulis, tanpa diedit, dilihat ulang pun tidak, dan hanya bergantung dari kefasihan tangan dan ketajaman mata ‘penanggung jawab majalah SMA’ ini.
Dan serius, ini TUGAS SEKOLAH dari guru bahasa Indonesia yang sangat, sangat kritis dan narsis. Tapi, penulis sekaligus penanggung jawab yang kebetulan juga diberi tanggung jawab sebagai sekretaris (God bless me) sekaligus juga tukang catat tidak resmi di kelas SoS ini dengan santainya membuat tulisan yang sama sekali tidak tipikal tugas sekolah. Dan anehnya, mendapat nilai TERTINGGI di kelas. Sepertinya berkat salah satu anggota PAL dalam kelompok, membuat berkah Tuhan turun atas kami.
Bagaimanapun juga, sekarang andalah yang dapat bertindak sebagai editor. Seandainya anda guru bahasa Indonesia saya, berapakah nilai yang akan anda berikan pada tulisan saya ini?
(Catt: guru saya memberi nilai 83, yang dikurangi menjadi 80 karena faktor non-teknis)
Here we go…
————————————————————–
Infotainment. Salah satu program televisi yang tidak bisa dipungkiri sebagai yang paling banyak diminati di Indonesia, khususnya oleh ibu-ibu. Mengapa ibu-ibu? Yah, itu bukan tempatnya untuk dibahas di sini. Sekarang yang akan dikupas tuntas di sini adalah tentang infotainment, bukan psikologis ibu-ibu (ups… kok jadi seperti presenter infotainment ya? ^^). Berdasarkan berbagai artikel online yang saking banyaknya tidak bisa dituliskan di sini, kami berhasil menyadari satu fakta tak terpungkiri bahwa ternyata orang Indonesia itu cenderung suka GOSSIP. Dan oleh karena itu bisnis per-gossip-an dalam bentuk berbagai macam media peng-gossip pun tumbuh subur menjamur di kalangan mayarakat Indonesia. Tayangan infotainment adalah contoh dari media peng-gossip yang paling diminati oleh mayarakat. Alasan pertama, infotainment ditayangkan di televisi, dan zaman sekarang nyaris tidak ada orang yang tidak mempunyai televisi. Alasan kedua, akuilah, orang Indonesia dari sononya memang gemar sekali berbagi berita yang tidak jelas juntrungannya a.k.a bergossip-ria (memang tidak semua, tapi akuilah).Faktor-faktor tersebut pun mendorong timbulnya banyak sekali tayangan infotainment sebagai media bergossip atau istilah halusnya ”berbagi berita hiburan tentang selebritis dengan masyarakat”. Atau lebih tepatnya berita hiburan yang secara khusus menyangkut urusan pribadi serta harkat dan martabat seseorang (biasanya seleb) yang sedang ditimpa kemalangan menjadi korban undirect humiliation bernama g.o.s.s.i.p (waah… kok jadi agak radikal ya… ^^)Baiklah… sebelum paragraf pembuka benar-benar berubah jadi ajang sinisme lebih baik segera masuk ke tulisan utama. Bagaimanapun juga di sini kita akan membahas tentang program-program infotainment yang bertebaran di televisi. Kita sudah tahu bahwa tayangan infotainment itu jumlahnya BANYAK dan daripada boros kertas, tinta, listrik, dan tenaga untuk mikir dan mengetik akhirnya kami memutuskan untuk mengambil sampel lima tayangan infotainment saja untuk dianalisis. Kelima tayangan yang beruntung itu adalah:Kasak Kusuk (SCTV), Insert Investigasi (TRANS TV), Ada Gosip (SCTV), Cek&Ricek (RCTI), dan Insert (TRANS TV)Walaupun dikemas dengan nama yang yang bermacam-macam dan presenter dengan karakteristik yang berbeda-beda, namun tayangan-tayangan ini tetap mempunyai teknis yang sama yaitu intinya tetap saja gossip. Selain itu dari diagram Venn yang tersedia dapat disimpulkan bahwa tipikal tayangan infotainment antara lain adalah dengan adanya presenter-presenter yang komunikatif dan umumnya enerjik demi menarik minat penonton. Selain itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa jam tayang acara-acara infotainment berkisar antara pukul dua belas siang hingga pukul enam sore. Sekali tayang, biasanya acara-acara infotainment seperti ini menyajikan tiga sampai empat gosip. Untuk menambah semarak dan khususnya menggaet minat penonton, biasanya di akhir acara ditayangkan cuplikan tayangan berikutnya plus sisipan kuis seputar gosip yang disajikan. Malah di Insert, disajikan pojok khusus bernama Top Sert yang berupa polling dari pemirsa untuk suatu gossip tertentu. Semakin kreatif dan semakin inovatif suatu tayangan infotainment, semakin banyaklah animo penontonnya. Maka dari itu, banyak tayangan infotainment yang berjuang mengembangkan diri mereka dengan menciptakan karakteristik-karakteristik yang menjadi ciri khas untuk membedakan mereka dari tayangan infotainment yang lainnya. Misalnya saja Cek&Ricek yang menerbitkan majalah sendiri, atau Ada Gosip yang disiarkan live, maupun Insert yang khusus dibawakan oleh artis dengan durasi tayang satu jam.Semakin inovatif tayangan-tayangan infotainment di Indonesia, maka akan semakin banyak orang yang menonton dan akhirnya semakin banyak pulalah para penggemar gossip di negeri kita tercinta yang sudah penuh gossip ini.(Duh… kok sepertinya kontra-gossip sekali…)Pernyataan di atas mengakhiri analisis (tulisan mawut/ajang sinisme/curhat/apapun deh ini) tentang salah satu program televisi terpopuler bernama infotainment ini.Sampai bertemu di lain kesempatan!
—————————————–
Epilog: Tulisan ini benar-benar yang saya serahkan kepada guru saya, tanpa ada manipulasi apapun. Stress? Most likely.
Feedbacks are appreciated. And be easy, I’m a beginner.
URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://seihokuten.wordpress.com/2008/02/01/analisis-bi-infontainment/trackback/
eh, jangan gila dong.. =D tanpa edit sama sekali?? What the..
wah, karyamu ini kayaknya bener2 masterpiece yah, soalnya di kelasku pas dikasi tugas diagram Venn, pak WHY jg nyinggung2 ‘kelas XI SOS yang berhasil menemukan persamaan pada INFOTAINMENT’..
o ya, bahasa campur kayak gitu memang boleh ya sama pak WHY? kl ya, patut dipertimbangkan tu..